• 28 Jul, 2026

Kampanye Visit Malaysia 2026 tampaknya telah banyak mengubah industri pariwisata di negeri jiran tersebut. Malaysia terus berbenah, dan berhasil menempatkan diri sebagai negara paling banyak dikunjungi wisatawan asing di Asia Tenggara tahun ini hingga akhir Agustus 2025.

Dikutip dari The Star, hingga akhir Agustus 2025 Malaysia dilaporkan telah menyambut sebanyak 28,2 juta wisatawan mancanegara (wisman). Angka itu melewati Thailand, negara yang selama ini paling banyak di kunjungi turis asing. Selama periode Januari-Agustus 2025, Thailand menerima 21,8 juta wisman.

“Kedatangan turis asing ke Malaysia yang meningkat sebesar 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu memperlihatkan hasil dari kampanye pariwisata yang positif pasca pandemi,” ungkap Kementerian Pariwisata Malaysia.

Beberapa pembenahan dilakukan Malaysia secara serius, diantaranya penerapan kebijakan visa yang longgar, peningkatan infrastruktur kawasan, serta kampanye promosi pariwisata yang masif. Pemerintah Malaysia telah memperpanjang kebijakan bebas visa bagi turis China untuk lima tahun ke depan, bahkan dengan kemungkinan perpanjangan hingga tahun 2036.

Malaysia juga menerapkan tiga strategi pariwisata Malaysia yakni peningkatan kedatangan wisatawan dengan mengubah kunjungan singkat menjadi masa tinggal yang lebih panjang, perpanjangan lama tinggal dengan memperkaya pengalaman budaya dan ekowisata, serta pemberdayaan masyarakat lokal dalam mendukung pariwisata.

malaysia2.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Pemerintah Malaysia melibatkan seluruh warga Malaysia, khususnya pemandu wisata, pemilik usaha, dan seniman untuk berbagi cerita, budaya, dan keramahtamahan Malaysia kepada dunia. 

Tahun lalu, Malaysia berhasil mendatangkan 38 juta wisatawan mancanegara, atau meningkat 31,1% dibandingkan tahun 2023. Capaian itu 8,3% lebih tinggi dari realisasi kedatangan wisman sebelum pandemi.

Di tahun 2026, Malaysia menetapkan target kunjungan turis asing yang ambisius mencapai 35,6 juta, dimana 4,7 juta turis diantaranya berasal dari Indonesia. Negara itu bahkan telah meluncurkan kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026) untuk mencapai target tersebut. 

Selain target 35,6 juta turis asing, Malaysia menargetkan pendapatan devisa sebesar US$32,5 miliar atau sekitar Rp524 triliun dari sektor pariwisata di 2026. Visit Malaysia 2026 akan fokus pada dua pilar utama, yakni pariwisata yang berkelanjutan dan mendongkrak pendapatan tinggi dari aktivitas pariwisata.

Posisi Indonesia

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sepanjang Januari-Agustus 2025, posisi Indonesia masih berada jauh di bawah Malaysia dan Thailand. Turis asing yang datang ke Indonesia tercatat hanya sebesar 10,04 juta orang. Tetapi, angka itu merupakan rekor tertinggi sejak pandemi.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana dalam laporan kinerja bulanan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama periode Januari-Agustus 2025 adalah yang tertinggi sejak pandemi Covid-19. 

“Jumlah kunjungan wisman periode Januari–Agustus 2025 mencapai 10,04 juta kunjungan.  Capaian ini menandai rekor tertinggi periode Januari-Agustus kunjungan wisatawan mancanegara sejak pandemi dan menunjukkan arah pemulihan pariwisata Indonesia,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (9/10).

Dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 9,09 juta kunjungan turis asing, terjadi peningkatan sebesar 10,38%. Sementara untuk bulan Agustus 2025, kunjungan wisman naik dari 1,34 juta menjadi 1,51 juta, atau tumbuh 12,33% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kunjungan wisatawan domestik juga menunjukkan geliat. Sepanjang Januari–Agustus 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 807,55 juta perjalanan, meningkat 19,71% dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 674,6 juta perjalanan.

“Perjalanan wisatawan nusantara berperan penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor transportasi dan konsumsi publik yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya,

Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan event sebagai daya tarik wisata yang memberi dampak ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya dan edukasi publik. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Asia Tenggara tercatat telah menyambut sekitar 123 juta wisatawan pada tahun lalu, atau meningkat dari 109 juta pada saat sebelum pandemi. Hal tersebut dikatakan pada acara Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025 dan Southeast Asia Business Event Forum (SEABEF) di PIK2, Jumat (10/10).

“Sektor pariwisata di Indonesia juga terus menunjukkan tren positif dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 4% pada tahun 2024, naik dari 3,9% pada 2023,” tegasnya.

malaysia3.jpg

Menko Airlangga menyebutkan Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 14 juta hingga 16 juta pada 2025. Untuk itu, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem pariwisata nasional melalui berbagai kebijakan strategis. 

Langkah-langkah yang ditempuh meliputi pembangunan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas dan kualitas destinasi wisata, penguatan regulasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata. 

“Dengan visi yang jelas, perencanaan strategis, dan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita dapat mengembangkan titik balik penting untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata nasional,” pungkasnya. (Rinaldi)

 

 

Muhammad Rinaldi