• 27 Jul, 2026

Pemerintah secara resmi akhirnya meluncurkan Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan untuk memacu Program 3 Juta Rumah yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mewakili Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan program tersebut di Surabaya tersebut, Selasa (21/10). Saat peluncuran juga dilakukan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan 800.000 debitur di seluruh Indonesia dengan plafon penyaluran diperkirakan mencapai Rp40 triliun.

Upaya ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan komitmen Pemerintah dalam mengembangkan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam keynote speech -nya, Menko Airlangga memaparkan capaian program pembiayaan yang telah memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. 

“Peluncuran KPP dan penandatanganan akad KUR secara simbolis oleh sejumlah debitur dari berbagai sektor usaha ini menandai dimulainya penyaluran pembiayaan yang akan mengubah kehidupan ratusan ribu keluarga Indonesia,” kata Menko Airlangga.

Acara ini berlangsung secara serentak di 38 provinsi ini, dan dihadiri 2.000 debitur secara luring di Surabaya, yang menjadi representasi dari ratusan ribu pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pengembang perumahan yang hadir di masing-masing provinsi. Setiap provinsi menyelenggarakan acara dengan kehadiran setidaknya 1.000 debitur secara luring , menciptakan euforia kebersamaan dari Sabang sampai Merauke dalam satu waktu yang sama.

Kesuksesan pelaksanaan akad massal terbesar dalam sejarah pembiayaan UMKM Indonesia ini merupakan buah kerja Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM yang dipimpin Menko Airlangga. Hingga 17 Oktober 2025, realisasi KUR mencapai Rp217,20 triliun atau 76,86% dari target tahun 2025, menjangkau 3,69 juta debitur dengan tingkat kredit bermasalah yang sangat terjaga di angka 2,28%, jauh lebih baik dari NPL Kredit UMKM secara nasional di level 4,55%.

kur2.jpeg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Keberhasilan program KUR juga terlihat dari 926.742 debitur yang berhasil naik kelas, menunjukkan peran KUR dalam mendorong transformasi usaha berkelanjutan. Selain itu, dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, Pemerintah berhasil menyalurkan KUR kepada 2,34 juta debitur baru, sebuah pencapaian yang mencerminkan komitmen kuat dalam menjangkau pelaku UMKM di pelosok nusantara. 

Berdasarkan kajian, setiap tahunnya KUR dapat mendorong penyerapan sekitar 19,8 juta tenaga kerja, yang menunjukkan bahwa setiap satu debitur KUR berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja rata-rata empat orang.

Peluncuran Kredit Program Perumahan menjadi milestone penting untuk mencapai target pembangunan 3 juta rumah per tahun. Skema pembiayaan ini mendukung sisi supply dan demand  dengan target penyaluran di tahun 2025 hingga Rp130 triliun.

Lebih lanjut, momentum akad massal ini juga menjadi bagian dari peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus bukti nyata transformasi visi menjadi aksi. Program pembiayaan ini mendukung Paket Ekonomi 2025 yang mencakup 17 inisiatif strategis dan 13 kebijakan prioritas periode 2025-2026, seperti kemandirian pangan, industrialisasi padat karya, hingga pembangunan perumahan rakyat.

Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi multipihak sebagai wujud sinergi penguatan program pembiayaan produktif ke depan diantaranya dukungan dari Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Indonesia, BPD Jawa Timur, Jaminan Kredit Indonesia, Asuransi Kredit Indonesia, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

kur1.jpeg

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, semua bank dan lembaga penyalur, penjamin, pemerintah daerah, serta  banyak pihak lainnya. Saya harapkan kegiatan ini bisa menjadi semangat untuk terus memajukan program-program di usaha-usaha produktif di masa mendatang,” kata Menko Airlangga.

Dirinya berharap agar Gubernur, Bupati serta Walikota serta perbankan penyalur dari seluruh Provinsi di Indonesia  ikut mendukung penyaluran KPP. Apalagi dalam pembangunan perumahan akan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

Dorong Penyaluran KUR

Realestat Indonesia (REI) mengatakan sekitar 177 pengembang anggota REI telah menyatakan minat untuk mengakses KUR Perumahan. Data tersebut merupakan hasil pendataan awal yang dilakukan asosiasi. 

“Yang berminat itu sudah ada 177 pengembang, berdasarkan data awal. Tapi kami perlu monitor lagi,” jelasnya di Jakarta, Kamis (30/10).

Dijelaskan, dari total sekitar 16.000 hingga 17.000 pengembang secara nasional, ada sekitar 7.000 hingga 8.000 pengembang yang aktif berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang Perumahan (SiKumbang). 

Dengan asumsi plafon maksimal per pengembang sekitar Rp5 miliar, maka potensi penyerapan dari sisi supply sektor perumahan diperkirakan mencapai Rp40 triliun. 

“Karena itu, REI juga mendorong agar penyaluran KUR Perumahan menjangkau pula pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok sektor perumahan seperti industri genteng, toko bahan bangunan, kontraktor kecil, dan penyedia logistik,” kata CEO Buana Kassiti Group tersebut. (Rinaldi)

 

Muhammad Rinaldi