Untuk meningkatkan pengalaman masyarakat selama periode liburan mudik Lebaran tahun 2025, Kementerian Pariwisata meluncurkan kampanye #MudikYuk dan #LebarandiJakartaAja untuk meningkatkan minat wisatawan melakukan wisata di kampung halaman.
Kampanye ini bertujuan mendorong pencapaian target 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2025. Ini juga merupakan bagian dari kampanye besar #DiIndonesiaAja dan program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
Kampanye #MudikYuk dirancang untuk mengajak masyarakat menjelajahi destinasi wisata di Indonesia, terutama di sekitar kampung halaman mereka selama mudik liburan Lebaran 2025.

Sementara itu, #LebarandiJakartaAja ditujukan bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang tidak mudik atau masyarakat yang menjadikan Jakarta sebagai destinasi mereka berwisata, untuk menikmati liburan di ibu kota.
Kedua kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan minat berwisata selama musim mudik Lebaran, dengan menawarkan paket wisata Lebaran hasil kolaborasi dengan mitra industri pariwisata.
Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan BUMN, asosiasi pariwisata, dinas pariwisata, pelaku industri, serta pemangku kepentingan terkait promo dan paket wisata yang telah terkurasi dapat diakses melalui media sosial Kementerian Pariwisata, laman khusus di situs Indonesia.travel, serta QR code pada banner yang dipasang di bandara, stasiun, dan pusat perbelanjaan.
Selama bulan Ramadan, Kementerian Pariwisata juga aktif mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial, menyoroti tradisi budaya, kuliner khas, serta destinasi menarik yang bisa dikunjungi selama Ramadan dan Lebaran.
Kementerian juga mendorong pelaku industri pariwisata untuk memberikan berbagai promo tambahan, termasuk untuk diskon tiket pesawat, kereta api, akomodasi, serta paket wisata.
“Promo yang diberikan tidak hanya berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri dalam keterangannya, baru-baru ini.
Kementerian Pariwisata mengapresiasi penyedia jasa transportasi yang telah meningkatkan kapasitas penumpang melalui penambahan layanan kereta api, penerbangan, serta pembukaan rute domestik baru. Diharapkan, kampanye ini tidak hanya meningkatkan pengalaman berwisata masyarakat selama mudik Lebaran 2025, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan perputaran ekonomi, khususnya dari sektor pariwisata.
Diskon Tiket Pesawat
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan menyambut libur Lebaran 2025, pemerintah telah memberikan insentif tambahan. Salah satunya penurunan harga tiket pesawat domestik sebesar 13%-14% selama periode mudik Lebaran 2025. Kebijakan ini berlaku untuk tiket kelas ekonomi di seluruh Indonesia, dengan masa berlaku perjalanan mulai 24 Maret 2025 hingga 7 April 2025.

Pembelian tiket dapat dilakukan mulai 1 Maret 2025, memberikan kesempatan dan memudahkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik atau berwisata di Indonesia dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan momen mudik untuk berwisata dan menjelajahi destinasi baru di Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa kebijakan penurunan harga tiket pesawat adalah bentuk komitmen nyata pemerintah untuk memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati perjalanan yang lebih terjangkau dan nyaman, terutama pada momen penting seperti Lebaran,” ujar Menhub Dudy.
Menhub juga menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik.
Selain menurunkan harga tiket, pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan kapasitas penerbangan yang memadai selama periode mudik Lebaran 2025. Kementerian Perhubungan akan memastikan ketersediaan armada yang cukup untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan kebijakan penurunan harga tiket selama masa Lebaran merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antar kementerian dan pemangku kepentingan.
“Semua pihak berkolaborasi demi memastikan penurunan harga ini bisa dirasakan langsung oleh Masyarakat,” paparnya.
Selain itu, pemerintah berhasil menekan biaya avtur dan menurunkan ongkos layanan bandara di 37 bandara. Ditambah insentif berupa PPN yang sebagian ditanggung pemerintah sebesar 6%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 18 Tahun 2025, mengenai Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung pemerintah sebagian, untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik. Artinya seluruh tiket pesawat kelas ekonomi dalam negeri yang dibeli mulai 1 Maret hingga 7 April untuk jadwal penerbangan antara 24 Maret hingga 7 April 2025 akan dikurangi PPN-nya, sehingga bayar pajak hanya 5 %, sementara yang 6% ditanggung pemerintah.
“Kebijakan ini efektif berlaku bagi yang melakukan pembelian tiket mulai hari ini. Bagi yang sudah terlanjur beli maka tidak kena,” kata Sri Mulyani. (Teti Purwanti)