Subsektor pergudangan modern di Jakarta dan sekitarnya menunjukkan pertumbuhan yang baik pada tahun 2024, dengan tingkat okupansi yang stabil dan permintaan yang sehat. Kondisi tersebut didorong oleh permintaan yang kuat dari berbagai industri dengan komposisi penyewa baru.
Country Head dan Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia, Farazia Basarah, menjelaskan subsektor pergudangan modern logistik di Jabodetabek terus mempertahankan tingkat hunian yang stabil sebesar 90%.

Kondisi tersebut didorong oleh permintaan yang kuat dari berbagai industri dengan komposisi penyewa baru menunjukkan diversifikasi, mencakup sektor-sektor seperti industri kendaraan listrik, produk turunan listrik, farmasi, alat kesehatan, ritel, peralatan rumah tangga, furnitur, dan bahan baku di Bekasi, Bogor, Cikarang, dan Karawang.
“Selain developer lokal, pelaku internasional tengah menjajaki peluang untuk ekspansi melalui kolaborasi strategis maupun ekspansi bisnis dalam bentuk fasilitas Built-to-Suit atau gudang penyimpanan berpendingin ( cold storage ),”sebutnya pada Jakarta Property Market Review Kuartal III-2024 di Jakarta, baru-baru ini.
Farazia menambahkan, satu proyek telah mencapai penyelesaian di area Cibitung, Bekasi, dan diperkirakan terdapat sekitar tiga bangunan yang akan rampung hingga akhir tahun 2024, tersebar di lokasi-lokasi seperti Bogor, Jakarta, dan Karawang.
“Penyedia jasa logistik tetap menjadi penyewa dominan dalam sektor pergudangan modern,” jelasnya.
JLL Indonesia menyebutkan pasokan kumulatif pergudangan modern logistik di Jabodetabek telah melampaui 2,7 juta meter persegi pada kuartal II 2024. Para penyedia jasa logistik berskala besar tengah memperluas operasinya, sehingga mendorong permintaan gudang logistik modern di Jabodetabek, yakni melalui perluasan lokasi yang sudah ada dan pencarian lokasi baru seperti di daerah barat dan selatan Jakarta.
“Industri baru seperti kendaraan listrik dan produk listrik lainnya yang tengah berkembang tetap terkonsentrasi di Cikarang dan Karawang karena ekosistem manufaktur otomotif yang sudah mapan,” ungkap Farazia.
JLL Indonesia menilai pertumbuhan pergudangan modern ini masih akan terus sehat dan ada pasokan masuk serta permintaan yang tinggi. Hal itu diproyeksi masih akan cukup sehat di tahun-tahun mendatang, karena pengembang juga aktif kolaborasi bisnis dan menambah portofolio di Jakarta.

Sementara itu, Colliers Indonesia melihat adanya peningkatan permintaan ruang pergudangan di empat kota yakni di Jakarta dan sekitarnya, Semarang, Solo, serta Surabaya.
“Kami telah mengamati peningkatan signifikan dalam permintaan sewa gudang, terutama didorong oleh kebangkitan bisnis e-commerce ,” kata Head of Industrial and Logistics Services Colliers Indonesia Rivan Munansa.
Colliers menyebutkan, Indonesia telah berkembang secara substansial dalam lima hingga tujuh tahun terakhir dengan pengembang dan investor regional besar yang membangun gudang modern. Diantaranya Logos, ESR, Frasers Property, Daiwa, Cainiao, Blackstone, Warburs Pincus, CRE Japan, GIC, Mitsubishi Urban Development dan Indonesia Investment Authority atau INA (Otoritas Investasi Indonesia).
“Pasar menjadi lebih kompetitif dengan pemain regional yang lebih besar dan berpengalaman bersaing untuk mendapatkan pangsa dengan kualitas dan kepadatan yang terus meningkat perkembangan logistik,” ungkapnya.
Menuju Titik Balik
Sementara itu, JLL Indonesia juga mengamati adanya pemulihan kondisi di subsektor perkantoran di Jakarta. Dimana terjadinya pertumbuhan signifikan pada harga sewa kantor Grade A di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta pada kuartal III-2024.
Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim menyebutkan bisnis perkantoran di CBD Jakarta dilaporkan stabil, dengan tingkat hunian sekitar 70%. Sedangkan tingkat hunian perkantoran di area non-CBD stabil di tingkat sekitar 71%, dimana tingkat serapan terbesar berada di Jakarta Selatan.
“Kami melihat adanya daya tarik positif pada ruang perkantoran kelas premium, yang telah mencatat permintaan yang konsisten sejak awal 2023,” kata Karim pada paparannya.
Dia menambahkan, gedung perkantoran Grade A, khususnya kelas premium mengalami kenaikan harga sewa sebesar 0,7%, yang menandai pemulihan penting dalam bisnis penyewaan kantor.

“Ini merupakan titik balik harga sewa menjadi positif sejak pertengahan tahun 2015,” kata Yunus Karim.
Sementara itu, tingkat hunian pusat perbelanjaan di Jakarta tercatat tetap sehat, didorong oleh ekspansi berkelanjutan dari brand-brand makanan dan minuman serta fashion .
“Jaringan restoran internasional secara aktif masuk atau memperluas bisnis mereka di Indonesia, sementara sektor fashion juga menunjukan aktivitas dengan beberapa toko flagship yang dibuka pada kuartal ini,” sebutnya.
Meskipun tidak ada pusat perbelanjaan baru yang beroperasi pada kuartal III-2024, namun beberapa mall dijadwalkan akan buka pada akhir tahun, sehingga menciptakan momentum tambahan di sektor ritel Jakarta. (Rinaldi)