• 27 Jul, 2026

PT Hutama Karya (Persero) resmi memulai pengerjaan konstruksi sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap II. Proyek ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang telah ditandatangani pada 30 September 2024.

Perjanjian tersebut mencakup pembangunan tol Palembang – Betung (Paltung) Seksi I Palembang – Rengas (21,5 km), Seksi II Rengas – Pangkalan Balai (33 km), dan Seksi III Pangkalan Balai – Betung (14,69 km). Hutama Karya juga memulai konstruksi tol Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi (Betejam) Seksi IB Babat Supat – Tungkal Jaya (31,6 km), dan Seksi II Interchange    Tungkal Jaya – Interchange    Bayung Lencir (54,32 km) yang sebelumnya telah dilakukan penandatangan PPJT pada 3 Juni 2024 lalu.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya dalam menyelesaikan backbone yang menghubungkan dua provinsi yakni Sumatera Selatan dan Jambi,” kata Executive Vice President    (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim dalam keterangan persnya.

Dia menyampaikan, proses konstruksi sejumlah ruas mulai dilakukan dengan penerapan digital construction  yang modern untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana atau target pelaksanaan waktu. Konstruksi ruas-ruas tersebut akan dilakukan secara bertahap pada rentang triwulan IV-2024 dengan mempertimbangkan unsur environmental , social dan governance  sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

tol-sumatera5hk.jpg

Adjib menambahkan, pembangunan sejumlah ruas tol ini akan berlangsung dalam beberapa tahun mendatang, dengan masing-masing memiliki jadwal dan target penyelesaian yang berbeda. Untuk tol Paltung Seksi I dan II, pekerjaan konstruksi dimulai pada November 2024 dan direncanakan selesai pada Februari 2026. Sementara untuk Seksi III, pembangunan dimulai pada Oktober 2024 dan dijadwalkan selesai pada Oktober 2025.

 Sementara untuk tol Betejam Seksi II, pekerjaan konstruksi dimulai pada Oktober 2024 lalu, dan diperkirakan akan selesai pada 2026. Sementara pembangunan Seksi II dilaksanakan menjadi 2 paket yakni Seksi IIA STA 61+680 sd 97+600 yang ditargetkan rampung pada April 2026, serta Seksi IIB STA 97+600 sd 116+000 akan rampung pada Februari 2026.

“Proyek-proyek ini tidak hanya akan memangkas waktu tempuh antarprovinsi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan tersambungnya jalur ini, efisiensi logistik meningkat, dan distribusi hasil pertanian seperti karet, kelapa sawit, serta komoditas unggulan Sumatera lainnya akan lebih lancar,” sebutnya.

 Fasilitas Rest Area

Pembangunan jalan tol ini juga akan menciptakan ribuan lapangan kerja, baik selama proses konstruksi maupun setelah operasional dimulai. Tidak hanya di sektor konstruksi, proyek ini memberikan peluang besar bagi tenaga kerja lokal di sektor jasa, transportasi, hingga pengelolaan rest area . Menurut Adjib, setiap rest area  akan dilengkapi fasilitas yang mendukung pertumbuhan UMKM lokal seperti kios makanan khas daerah yang menjadi daya tarik wisata kuliner.

 Kehadiran rest area  di sepanjang jalan tol akan menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM. Lebih dari 70% ruang di rest area  akan dialokasikan untuk pelaku usaha kecil dan menengah guna mendukung produk lokal seperti kerajinan khas, makanan tradisional dan produk pertanian olahan. Dengan meningkatnya mobilitas, potensi kunjungan ke UMKM lokal diperkirakan akan naik hingga 50%. 

Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga dilengkapi dengan infrastruktur canggih seperti jembatan balance cantilever  di Sungai Musi yang dilengkapi modul Structure Health Monitoring System    (SHMS). Modul ini berguna untuk memonitor kesehatan struktur jembatan, memantau perubahan kekuatan struktur akibat beban yang bekerja secara real time  baik saat proses konstruksi hingga masa operasional. 

“Jembatan ini dirancang tidak hanya sebagai penghubung, tetapi juga ikon baru kemajuan infrastruktur di Sumatra,” ujar Adjib.

 Ketika rampung, JTTS tahap II ini akan memangkas waktu tempuh dari Palembang ke Jambi hingga lebih dari separuh waktu perjalanan saat ini. Dari sebelumnya 5-6 jam, perjalanan dapat ditempuh dalam 2-2,5 jam saja. 

“Jika proyek ini rampung, maka JTTS akan tersambung penuh dari Lampung hingga Jambi,” tutupnya.

 Kelanjutan pembangunan JTTS mendapat dukungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan tol sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat konektivitas antar provinsi.

 “Dengan berlanjutnya pembangunan tol Trans Sumatera, maka kita dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di seluruh wilayah Sumatera,” ungkap AHY dalam keterangannya. (Teti Purwanti)

 

Teti Purwanti