• 28 Jul, 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakui pentingnya upaya kolaborasi antara birokrat dengan pelaku usaha properti dalam kegiatan pembangunan di daerah. Butuh partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha swasta dalam menciptakan solusi hunian yang terjangkau di Provinsi NTT. 

“Kontribusi sektor properti sangat signifikan karena melibatkan banyak sektor lainnya dari material bangunan, tenaga kerja, hingga pembiayaan. Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi membangun kehidupan,” kata Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, di sela Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IX Realestat Indonesia (REI) NTT, di Kota Kupang, Rabu, 30 Juli 2025. 

Melki menyebutkan bahwa sektor properti merupakan salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, sektor ini tidak hanya berdampak langsung pada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hunian, tetapi juga menggerakkan ekosistem ekonomi yang saling berkesinambungan. 

“Properti memberikan dampak ekonomi yang luas dan menjadi kontributor signifikan dalam pembangunan daerah,” ujar Gubernur NTT.

Dia menegaskan, Pemprov NTT siap memfasilitasi kemudahan perizinan dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Pemerintah Provinsi NTT juga akan terus mencari terobosan agar lebih banyak warga bisa memiliki rumah yang aman, nyaman, dan layak. 

Gubernur mengajak REI sebagai lokomotif industri properti untuk mengambil peran strategis dalam menyediakan hunian berkualitas yang berkelanjutan serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, REI memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menghadirkan properti yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga ramah lingkungan dan terintegrasi dengan infrastruktur daerah.

Ketua REI NTT Bobby Thinung Pitoby melaporkan bahwa dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT, saat ini 19 wilayah telah terdapat anggota REI NTT. Bobby menyoroti tantangan besar yang dihadapi sektor perumahan di NTT. 

“Provinsi ini menempati peringkat kedua secara nasional dalam jumlah rumah tidak layak huni, yaitu sekitar 340 ribu unit. Ini menjadi tugas besar ke depan. Kami titipkan kepada ketua terpilih agar terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan rumah rakyat,” tegasnya.

Menangkan Persaingan

 Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto berpesan agar pengurus baru memberikan warna baru bagi organisasi. “Jangan takut untuk berbeda dan jangan takut salah. Ketika kita takut salah, tidak akan bergerak ke mana-mana. Pengurus baru perlu mengambil langkah positif; pertama, tetap berpikir positif dan jangan mudah mengeluh atau menyalahkan. Kita harus mendengarkan dan mencari solusi, karena itu adalah tanggung jawab kita,” ujarnya. 

 “Misalnya, di masa pandemi, kita harus menghadapi tantangan tanpa menyalahkan siapa pun. Kedua, buka pikiran dan literasi, serta jalin komunikasi dengan anggota dan pengurus, karena banyak pemikiran berharga akan muncul. Beranilah mengambil keputusan. Ketiga, berani berubah dan mengambil sikap, agar kita mampu berkompetisi dan memenangkan persaingan,” kata Joko Suranto.

musda-ntt2a.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Musda IX REI NTT Tahun 2025 diikuti oleh 57 perusahaan anggota REI NTT dengan tiga kandidat calon Ketua REI NTT. Setelah diadakan pemungutan suara, Chandra Santosa akhirnya terpilih sebagai Ketua REI NTT periode 2025-2028 dengan perolehan suara terbanyak. 

Chandra Santosa menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan sinergi antara pengembang properti dan pemerintah daerah. Ia juga menyoroti pentingnya percepatan perizinan, penguatan regulasi, serta perluasan akses terhadap pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.

”Kami ingin REI NTT menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, terutama dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” ujar Chandra.

Ia berjanji akan melanjutkan sikap kepemimpinan dua sosok ketua sebelumnya yang sudah membawa REI NTT hingga berkembang maju seperti sekarang.

“Saya ajak kita semua untuk ambil bagian agar tetap kompak dan bersatu terus bekerja untuk masyarakat NTT,” ujar Chandra.

Dia mengaku, dipercayakan menjadi ketua menjadi tugas yang berat baginya, tetapi karena ini sebuah amanat, maka dirinya bersama seluruh pengurus siap untuk memberikan yang terbaik bagi REI dan NTT. (Oki Baren)

 

Oki Baren