• 28 Jul, 2026

Realestat Indonesia (REI) yang diwakili Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Sumatera Utara, Aceh, Banten, dan Sulawesi Selatan melakukan misi benchmarking atau studi banding selama 11 hari ke 9 negara di Eropa Barat dari tanggal 8-18 Oktober 2025.

Misi ini tidak hanya bertujuan untuk saling bertukar pengetahuan dan praktik kinerja terbaik, tetapi juga memperkuat profil global REI sebagai asosiasi realestat terbesar di Indonesia yang secara internasional aktif di bawah naungan FIABCI — Federasi Realestat Dunia.

“Perjalanan ini lebih dari sekadar  studi banding, tetapi juga pernyataan niat untuk memposisikan REI sebagai mitra yang kredibel dan visioner dalam komunitas properti global,” ujar Rakutta Karo-Karo, Ketua DPD REI Sumatera Utara, saat delegasi singgah di Luksemburg pada 13 Oktober 2025.

Roni H. Adali, Ketua DPD REI Banten menambahkan kunjungan kali ini adalah pertemuan kedua delegasi REI dengan FIABCI Luksemburg. Tahun lalu, REI Banten dan REI Gorontalo disambut hangat Presiden FIABCI Luksemburg, Manuel Rizzo.

“Kunjungan kedua kali ini menegaskan kembali komitmen kami untuk membangun kerja sama internasional jangka Panjang,” kata Roni.

Dalam pertemuan di Luksemburg, berlangsung diskusi yang produktif antara empat DPD REI dan Presiden Rizzo. Beliau memandu delegasi mengunjungi salah satu tempat paling bergengsi di kota tersebut, yang sering menjadi lokasi penyelenggaraan pertemuan internasional bergengsi — sebagai simbol keterbukaan FIABCI Luksemburg untuk menjadi tuan rumah acara pertukaran Indonesia–Eropa di masa mendatang. Kedua pihak sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan di Luksemburg maupun di Indonesia.

Delegasi REI juga disambut hangat di Swiss, di mana FIABCI Swiss dan 2000-Watt Smart Cities Association menjadi tuan rumah di Zurich pada 14 Oktober 2025. Mewakili FIABCI Swiss, Thomas H. Henle — mantan Presiden dan saat ini Duta 2000-Watt Smart Cities Association — menyampaikan antusiasmenya atas kunjungan pengusaha properti asal Indonesia yang tergabung di dalam REI.

“Saya sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Vitali Bekker, Presiden FIABCI Swiss  yang berhalangan hadir secara langsung,” kata Thomas H. Henle.

Dia dalam kesempatan itu mempresentasikan Global Charter for Real Estate Professionals bertajuk “Building Better Lives” . Piagam yang menjadi tolok ukur bagi industri properti global ini dikembangkan melalui kerja sama dengan United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat), World Urban Campaign, 2000-Watt Smart Cities Association, serta Chaire Entrepreneuriat Territoire Innovation de l'IAE Paris, Sorbonne Business School. 

fiabci2.jpg
FOTO ISTIMEWA

Selain itu dipaparkan inisiatif yang sedang berjalan dan kerja sama yang akan datang antara FIABCI Swiss, Pemerintah Swiss, serta 2000-Watt Smart Cities Association di bawah naungan UN-Habitat. Salah satu proyek yang disorot adalah Kura-Kura Bali Conservation Center di Denpasar yang dirancang sebagai pusat ekonomi dan inovasi baru bagi pariwisata berkelanjutan dan industri kreatif.

Kemitraan Berharga

Rita N. Roosly, Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI bidang Pariwisata sekaligus ketua delegasi ini menyampaikan terimakasih atas sambutan yang hangat dari relasi FIABCI di Eropa. Menurutnya, menjelajahi 9 negara dalam 11 hari cukup menantang, namun pengalaman ini sangat berharga. 

“Wawasan yang kami peroleh, kemitraan yang terjalin, serta semangat kebersamaan yang tercipta akan memberikan dampak jangka panjang bagi seluruh peserta dan organisasi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Keberhasilan misi ini sekaligus mempertegas komitmen REI untuk membangun jembatan antara Indonesia dan Eropa, mendorong pertukaran pengetahuan, serta memajukan pengembangan properti berkelanjutan yang selaras dengan standar dan kemitraan internasional. (Rinaldi)

 

 

Muhammad Rinaldi