Sektor properti yang terus berkembang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi properti.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan industri asuransi menghadapi tantangan ekonomi domestik dan global di tahun 2025. Otoritas bahkan memperkirakan prospek bisnis untuk lini bisnis asuransi properti dan asuransi pariwisata (perjalanan) akan tumbuh signifikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menyebutkan lini bisnis asuransi properti masih akan tetap menjadi penyumbang terbesar premi asuransi umum. Hingga Februari 2025, porsi premi dari asuransi properti mencapai 26,76% dari total premi asuransi umum dan reasuransi.
“Nilainya ini diproyeksikan akan tetap tumbuh mengingat terdapat banyaknya proyek strategis nasional (PSN) yang berupa pembangunan sarana prasarana, serta infrastruktur seperti pembangunan 3 juta rumah, food estate, dan lainnya,” katanya dikutip dari investortrust.id.

Sementara itu, target kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025 diproyeksikan mencapai 4,6% dan terus meningkat hingga 5% pada tahun 2029. Hal itu akan mendorong asuransi perjalanan yang merupakan bagian dari lini usaha kecelakaan diri. Diperkirakan akan terjadi peningkatan premi atau kontribusi seiring pertumbuhan sektor pariwisata.
Optimisme senada diungkap PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Perusahaan asuransii yang merupakan bagian dari Indonesia Financial Group (IFG) tersebut memandang perkembangan bisnis asuransi properti ke depan akan tetap cerah.
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan aset properti mereka yang didorong pertumbuhan penjualan properti nasional terutama rumah membuat Jasindo yakin kebutuhan terhadap asuransi properti akan terus meningkat.
Apalagi, Jasindo berkomitmen untuk terus menghadirkan produk asuransi properti yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pasar, baik untuk segmen perorangan maupun korporasi.
"Dengan penguatan infrastruktur digital, peningkatan kualitas layanan, dan manajemen risiko yang prudent , kami siap mendukung pemilik properti untuk melindungi aset berharga mereka dari berbagai potensi resiko,” ungkap Brellian kepada Majalah REI.
Optimisme tersebut juga didasarkan kepada pondasi kinerja yang sehat, pengalaman panjang dalam industri, serta kepercayaan yang terus diberikan oleh nasabah dan mitra bisnis.
Ke depan, Jasindo yakin dengan sinergi dan inovasi berkelanjutan, Jasindo dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui perlindungan asuransi properti yang andal.
Sementara itu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance mengungkap adanya pertumbuhan pendapatan premi pada lini asuransi properti perusahaan tersebut. Hingga Maret 2025, pendapatan premi dari lini ini meningkat 55% secara tahunan ( year on year ).

Direktur Pemasaran Asuransi Tugu Insurance, Ery Widiatmoko mengatakan asuransi properti masih menjadi salah satu kontributor utama terhadap perolehan premi perusahaan pada kuartal I-2025. “Pertumbuhan tersebut diperoleh dari pengoptimalan kerja sama dengan para business partner di beberapa sektor,” ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan Tugu Insurance, jumlah pendapatan premi mencapai Rp1,37 triliun per Maret 2025, tumbuh sebesar 50,53% secara tahunan.
Tak hanya mengandalkan kemitraan, perusahaan asuransi itu juga memperkuat penetrasi pasar melalui ekspansi di berbagai kanal distribusi baru. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kinerja bisnis ke depan.
PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) juga mencatat perolehan pendapatan premi asuransi properti senilai Rp188 miliar pada kuartal I-2025. Direktur Marketing GEGI, Linggawati Tok mengatakan nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Premi terbesar di asuransi properti disumbang oleh sektor korporasi atau sektor industri dan komersial sebesar 70%, dari sektor ritel sebesar 25%, dan sektor asuransi rumah tinggal sebesar 5%," ujarnya.
Asuransi properti sendiri merupakan penyumbang premi terbesar GEGI dengan kontribusi mencapai 60% terhadap total pendapatan premi perusahaan yang mencapai Rp 278 miliar pada kuartal I-2025. Kemudian diikuti oleh lini asuransi marine cargo , lini asuransi motor dan affinity .

Sepanjang tahun 2025, perusahaan menargetkan pendapatan premi asuransi properti bisa mencapai Rp533 miliar atau tumbuh 7% secara tahunan.
“Kami fokus pada nasabah korporat terkait komersil properti yang merupakan penyumbang perolehan premi asuransi terbesar dan memperkuat kerja sama startegis dengan perantara yang memiliki portofolio properti,” jelas Linggawati Tok.
Tantangan Daya Beli
Bisnis asuransi properti memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di tahun 2025, terutama karena didorong oleh pertumbuhan sektor properti dan kesadaran masyarakat. Meski begitu, perusahaan asuransi juga menghadapi tantangan seperti pelemahan daya beli, ketidakpastian ekonomi lokal dan global, serta persaingan bisnis yang ketat.
Di tengah tekanan daya beli masyarakat pada awal tahun 2025, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) masih mencatatkan kinerja positif pada lini asuransi properti.
Chief Financial Officer Zurich Asuransi Indonesia, Musi Samosir mengatakan sepanjang kuartal pertama 2025, pendapatan premi bruto asuransi properti Zurich tumbuh lebih dari 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurutnya, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perlindungan risiko, terutama di sektor industri dan komersial.
"Kontribusi premi asuransi properti di Zurich Indonesia saat ini didominasi oleh segmen industri dan komersial. Meskipun kondisi ekonomi masih menantang, kami melihat permintaan proteksi dari segmen ini tetap tinggi,” ujar Musi.
Dalam menjaga dan mendorong pertumbuhan asuransi properti, Zurich mengandalkan strategi pengembangan produk yang relevan, digitalisasi layanan, serta kemitraan strategis guna memperluas jangkauan pasar.
“Kami menargetkan untuk tumbuh positif dengan meningkatkan penetrasi menjangkau masyarakat seluas mungkin melalui berbagai produk perlindungan yang Zurich miliki,” pungkas Musi. (Teti Purwanti)